Thursday, 3 September 2015

mudah tersinggung


Dalam kehidupan kita sehari - hari mungkin kita pernah menemukan orang yang memiliki sifat atau karakter mudah tersinggung, dan sering kali berbeda pendapat. Sehingga menimbulkan perdebatan - perdebatan yang tidak menguntungkan bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Bahkan orang demikian mudah mengucapkan kata - kata atau kalimat - kalimat yang tidak etis, tidak sopan, kasar dan cukup menyakitkan hati. Kemudian sering bermusuhan, memutuskan tali silaturahim dan tidak menutup kemungkinan menyimpan rasa dendam. Sering merasa kalah dan ingin membalas dendam.

Penyebab reaksi tersinggung antara lain :
1. Ada orang lain berpendapat dan dia berbeda pendapat

Contoh :

Si A (orang lain) : berpendapat bahwa untuk mengantisipasi terhadap hal – hal yang tidak diinginkan dikemudian hari , sebaiknya kegiatan pekerjaan tersebut dijalankan mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku agar tertib secara administrasi serta selesai tepat waktu.

Si B (dia) : berpendapat bahwa pendapat Si A (orang lain) tidak perlu dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut kita dapat menghalalkan segala cara   .
Akhirnya terjadi perbedaan pendapat (belum sampai perdbatan). Si B tersinggung karena merasa pendapatnya tidak dihargai dan merasa pendapatnya disalahkan terus.
Akhirnya Si B emosional dan mencaci maki Si A dengan kata - kata yang tidak etis.

2. Dia berpendapat dan ada orang lain yang berbeda pendapat

Si B (dia) : berpendapat bahwa Ryacudu Ryamizard lebih cocok menjadi cawapresnya Jokowi daripada Jusuf Kalla maupun Mahfud MD. Sebab, Jusuf Kalla dianggap pengusaha yang tidak nasionalis sedangkan Mahfud MD dianggap hanya mencari keuntungan pribadi saja.

Si A (orang lain) :  berbeda pendapat. Katanya, Mahfud MD cocok dengan Jokowi, sebab Jokowi seorang Nasionalis-Agamais sedangkan Mahfud MD seorang Agamais-Nasionalis. Jadi, pasangan Jokowi dan Mahfud MD-lah yang paling ideal.

Si B merasa tersinggung karena pendapatnya dianggap salah. Diapun “ngeyel” dan mengatakan pendapatnyalah yang benar. Si A tetap berpendapat bahwa Jokowi - Mahfud MD jauh lebih sesuai. Terjadilah perbedaan pendapat. Si B pun mengucapkan kata - kata yang tidak etis.

Kenapa seseorang mudah tersinggung ?

Ada beberapa faktor orang mudah tersinggung :

Harga diri atau gengsi yang terlalu tinggi
Merasa lebih pintar dari pada orang lain
Merasa pendapatnya selalu benar
Tidak terbiasa menghargai perbedaan pendapat
Wawasan berpikirnya sempit

Apa yang harus dilakukan orang yang mudah tersinggung?

Ada empat hal utama yang harus dilakukan :

a. Jangan berbeda pendapat
b. Jangan berdebat
c. Bertanya
d. Diam

a. Jangan berbeda pendapat

Sikap yang paling aman yaitu jangan berbeda pendapat dengan orang lain. “Iya”-kan saja pendapat orang lain. Ikuti saja alur pemikiran orang lain.

b. Jangan berdebat
Kalau mudah tersinggung, tidak usah berdebat karena emosinya pasti memuncak dan akan menmbulkan efek yang kurang baik.


c. Bertanya
Kalau memang tidak mengerti pendapat orang lain, lebih bijaksana kalaau bertanya dan semakin banyak bertanya semakin baik.

d. Diam

Kalau tidak sependapat dengan pendapat orang lain, sebaiknya diam saja. Dengarkan saja pendapat orang lain tanpa berarti mengatakan setuju atau tidak setuju. Bahkan ada baiknya menghindari orang-orang yang selalu berbeda pendapaat dengan .

Apa reaksi orang yang mudah tersinggung ?

Antara lain:

Mengucapkan kata atau kalimat yang kurang etis
Memutuskan tali silaturahim
Dendam dan ingin membalas dendam
Kalau di Facebook : langsung meremove atau memblokir

Beberapa kasus remove / blokir yang tidak rasional di Facebook
Terkadang kita menemukan Facebooker yang mudah tersinggung dan langsung meremove/memblokir akun FB dengan alasan emosional

Karena GR (gede rasa)
Karena mudah tersinggung
Faktor “like or dislike”
Karena merasa pendapatnya tidak dihargai
Karena merasa benar sendiri
Meremove / memblokir akun FB dengan alasan yang rasional
Namun meremove/memblokir status FB orang lain bisa dibenarkan kalau ada alasan rasional

Karena Facebooker lain suka menyerang pribadi
Karena suka melecehkan
Suka ngeyel dan SNOB (sok tahu, so mengerti atau sok pintar)
Menggunakan kata-kata yang tidak etis, tidak sopan, suka menggurui, suka menyalahkan dan semacamnya

Karena tidak menggunakan foto profil fotonya sendiri dan atau menggunakan nama samaran serta identitasnya tidak ada atau tidak jelas.
Bagaimana solusi untuk mengatasi rasa ketersinggungan ?

Ada beberapa cara :

Latihan berbeda pendapat
Biarkan orang lain bicara apa saja
Dengarkan pendapatnya dengan tenang
Tidak perlu emosional
Menggunakan kata-kata atau kalimat-kalimat yang etis
Jangan memutus tali silaturahim
Jika menghadapi orang yang sama-sama mudah tersinggung, tidak usah berbeda pendapat
Jangan suka ngeyel
Mencoba memberikan pengertian dengan argumentasi yang masuk akal
Tidak perlu menyimpan dendam

Orang-orang yang perlu dihindari :

Yaitu orang-orang yang tidak mendatangkan kenyamanan bagi kondisi psikologis :
Suka ngeyel dan SNOB (sok tahu, sok mengerti atau sok pintar)
Suka menyalahkan
Suka memaksakan pendapat
Tidak pernah menghargai pendapat
Berkepribadian pendendam

sebagian sumber diambil dari : https://psikologi2009.wordpress.com/
Semoga bermanfaat


ucox harahap